Rabu, 04 Januari 2012

"Duel Makar" & Perubahan Rencana Membunuh Nabi Yusuf a.s.



بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ




HUBUNGAN  NABI YUSUF A.S. 
DENGAN
NABI BESAR MUHAMMAD SAW.
  
Bagian   XIV
 
Tentang

     "Duel Makar & 
Perubahan Rencana Membunuh Nabi Yusuf a.s. 
   
 Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma

 
اقۡتُلُوۡا یُوۡسُفَ اَوِ اطۡرَحُوۡہُ  اَرۡضًا یَّخۡلُ لَکُمۡ وَجۡہُ  اَبِیۡکُمۡ وَ تَکُوۡنُوۡا مِنۡۢ  بَعۡدِہٖ  قَوۡمًا  صٰلِحِیۡنَ ﴿۹   قَالَ قَآئِلٌ مِّنۡہُمۡ لَا تَقۡتُلُوۡا یُوۡسُفَ وَ اَلۡقُوۡہُ فِیۡ غَیٰبَتِ الۡجُبِّ یَلۡتَقِطۡہُ بَعۡضُ السَّیَّارَۃِ   اِنۡ  کُنۡتُمۡ  فٰعِلِیۡنَ ﴿۱۰   قَالُوۡا یٰۤاَبَانَا مَا لَکَ لَا تَاۡمَنَّا عَلٰی یُوۡسُفَ  وَ  اِنَّا  لَہٗ   لَنٰصِحُوۡنَ ﴿۱۱   اَرۡسِلۡہُ  مَعَنَا غَدًا یَّرۡتَعۡ وَ یَلۡعَبۡ وَ  اِنَّا لَہٗ   لَحٰفِظُوۡنَ ﴿۱۲
Seorang pembicara  dari antara mereka berkata: “Janganlah  kamu membunuh Yusuf, tetapi lemparkanlah dia ke dasar sumur yang dalam  maka seorang musafir akan memungutnya, seandainya kamu mau berbuat sesuatu.”    Mereka berkata: “Wahai ayah kami, mengapa engkau tidak percaya kepada kami mengenai Yusuf, padahal   sesungguhnya kami benar-benar berkemauan baik terhadapnya?  “Kirimlah dia esok hari beserta kami, supaya dia bersenang-senang dan bermain-main, dan sesungguhnya kami benar-benar  akan menjaganya.”   (Yusuf [12]:11-13)

Dalam Bab sebelumnya telah dijelaskan mengenai kedengkian saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. terhadap Nabi Yusuf a.s. --  yang pada hakikatnya menggambarkan  pengulangan kedengkian Iblis terhadap Adam yang telah dijadikan Khalifah oleh Allah Swt.  -- karena diri mereka mengganggap lebih patut dicintai daripada Nabi Yusuf a.s. dan adik kandung Nabi Yusuf a.s., Benyamin.  Demikian pula kedengkian Iblis   dalam Kisah Monumental "Adam - Malaikat - Iblis" dan kedengkian saudara-saudara tua Nabi Yusuf a.s. tersebut terulang lagi pada di zaman Nabi Besar Muhammad saw., dengan para pemeran yang berbeda.
     Mengenai  bagaimana cara yang saudara-saudara tua Nabi Yusuf a.s. lakukan untuk melaksanakan kedengkian mereka terhadap Nabi Yusuf a.s. tersebut,  selanjutnya  Allah Swt. berfirman:
یُوۡسُفَ وَ اَلۡقُوۡہُ فِیۡ غَیٰبَتِ الۡجُبِّ یَلۡتَقِطۡہُ بَعۡضُ السَّیَّارَۃِ   اِنۡ  کُنۡتُمۡ  فٰعِلِیۡنَ ﴿۱۰   قَالُوۡا یٰۤاَبَانَا مَا لَکَ لَا تَاۡمَنَّا عَلٰی یُوۡسُفَ  وَ  اِنَّا  لَہٗ   لَنٰصِحُوۡنَ ﴿۱۱   اَرۡسِلۡہُ  مَعَنَا غَدًا یَّرۡتَعۡ وَ یَلۡعَبۡ وَ  اِنَّا لَہٗ   لَحٰفِظُوۡنَ ﴿۱۲
Seorang pembicara  dari antara mereka berkata: “Janganlah  kamu membunuh Yusuf, tetapi lemparkanlah dia ke dasar sumur yang dalam  maka seorang musafir akan memungutnya, seandainya kamu mau berbuat sesuatu.”    Mereka berkata: “Wahai ayah kami, mengapa engkau tidak percaya kepada kami mengenai Yusuf, padahal sesungguhnya kami benar-benar berkemauan baik terhadapnya? Kirimlah dia esok hari beserta kami, supaya dia bersenang-senang dan bermain-main, dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya.”   (Yusuf [12]:11-13).
      Kalimat “Seorang pembicara  dari antara mereka... “  merujuk kepada  Ruben (Kejadian 37:22), yaitu  anak sulung Nabi Ya’qub a.s. dari istrinya yang bernama Lea. Adik-adik Ruben seibu adalah: Simeon, Lewi, dan Yehuda. (Kejadian 24:31-35). Atas permintaan  saudara-saudara tua Nabi Yusuf a.s. tersebut Nabi Ya’qub a.s. menjawab, firman-Nya:
قَالَ اِنِّیۡ لَیَحۡزُنُنِیۡۤ  اَنۡ تَذۡہَبُوۡا بِہٖ وَ اَخَافُ اَنۡ یَّاۡکُلَہُ الذِّئۡبُ وَ اَنۡتُمۡ عَنۡہُ غٰفِلُوۡنَ ﴿۱۴   قَالُوۡا  لَئِنۡ  اَکَلَہُ  الذِّئۡبُ وَ نَحۡنُ عُصۡبَۃٌ  اِنَّاۤ   اِذًا  لَّخٰسِرُوۡنَ ﴿۱۵
Ia,  Yaqub, berkata: “Sesungguhnya menyedihkanku kalau kamu membawanya, dan aku khawatir serigala akan memakannya sedangkan kamu lengah terhadapnya.”   Mereka berkata: “Jika dia benar-benar  dimakan serigala, padahal kami satu golongan yang kuat, sesungguhnya jika demikian kami benar-benar orang-orang yang rugi.”  (Yusuf [12]:14-15).
     Dari ayat ini nampak bahwa Nabi Ya’qub a.s. agaknya telah diberitahu oleh Allah Swt. secara sambil lalu tentang maksud-maksud jahat saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. untuk membunuh beliau. Itulah sebabnya Nabi Ya’qub a.s.  memakai kata-kata sama seperti yang mereka pergunakan kemudian, sebagai alasan untuk meringankan kejahatan mereka yang mengerikan itu. Dengan menyebutkan "serigala" sebagai pemangsa yang dikhawatirkan ooeh Nabi Ya'qub a.s. akan memangsa Nabi Yusuf a.s. terkandung "sindiran" halus terhadap saudara-saudara tua Nabi Yusuf a.s. terhadap maksud-buruk mereka kepada Nabi Yusuf a.s..
      Demikian pula jaminan kepercayaan yang mereka kemukakan kepada Nabi Ya’qub a.s. – “padahal kami satu golongan yang kuat” – walau pun  sekedar berupa alasan agar ayah mereka, Nabi Ya’qub a.s., mau melepaskan Nabi Yusuf a.s. bersama mereka, hal tersebut memiliki persamaan dengan  tipu-daya syaitan  yang dilakukan terhadap Adam a.s. dan istrinya guna meyakinkan keduanya agar mempercayai apa yang dikatakan  syaitan kepada mereka berkenaan peringatan Allah Swt. agar keduanya tidak mendekati “pohon terlarang”, firman-Nya:
وَ یٰۤاٰدَمُ  اسۡکُنۡ اَنۡتَ وَ زَوۡجُکَ الۡجَنَّۃَ فَکُلَا مِنۡ حَیۡثُ شِئۡتُمَا وَ لَا تَقۡرَبَا ہٰذِہِ الشَّجَرَۃَ  فَتَکُوۡنَا مِنَ  الظّٰلِمِیۡنَ ﴿۱۹   فَوَسۡوَسَ لَہُمَا الشَّیۡطٰنُ لِیُبۡدِیَ لَہُمَا مَا وٗرِیَ عَنۡہُمَا مِنۡ سَوۡاٰتِہِمَا وَ قَالَ مَا نَہٰکُمَا رَبُّکُمَا عَنۡ ہٰذِہِ الشَّجَرَۃِ  اِلَّاۤ اَنۡ  تَکُوۡنَا مَلَکَیۡنِ اَوۡ تَکُوۡنَا مِنَ  الۡخٰلِدِیۡنَ ﴿۲۰  وَ قَاسَمَہُمَاۤ  اِنِّیۡ لَکُمَا لَمِنَ النّٰصِحِیۡنَ ﴿ۙ۲۱
“Dan  hai Adam, tinggallah engkau dan istri engkau di dalam jannah (kebun) ini, lalu makanlah dan minumlah dari mana saja kamu berdua sukai, tetapi janganlah kamu berdua mendekati pohon ini,   karena kamu berdua akan termasuk orang-orang  yang  zalim. Lalu syaitan membisikkan nasihat jahat kepada keduanya itu supaya ia dapat menampakkan kepada keduanya itu apa yang tersembunyi dari keduanya itu aurat  mereka, dan ia berkata: “Tuhan kamu berdua sekali-kali tidak   melarang kamu berdua dari pohon ini melainkan agar kamu berdua jangan menjadi malaikat atau menjadi di antara orang-orang yang hidup kekal.”  Dan ia bersumpah kepada keduanya itu: “Sesungguhnya aku benar-benar termasuk orang yang memberi nasihat yang tulus bagi kamu berdua.” (Al-‘Araaf [7]:20-22).
    Perlu ditegaskan lagi, bahwa mengapa akhirnya Nabi Ya’qub a.s. melepaskan Nabi Yusuf a.s. untuk pergi bersama dengan kakak-kakaknya, hal itu  bukan karena beliau tertipu oleh janji perlindungan  yang dikatakan oleh mereka, melainkan karena Nabi Ya’qub a.s. menyadari bahwa takdir Ilahi mengenai beliau akan  hijrah ke Mesir bersama anak-keturunan beliau -- sebagaimana yang telah diberitahukan Allah Swt. mengenai hal itu kepada Nabi Ibrahim a.s. sebelumnya --  akan segera terjadi.
   Namun walau pun demikian, sebagaimana umumnya manusia tentu  Nabi Ya’qub a.s. merasa khawatir juga mengenai kepergian Nabi Yusuf a.s. bersama kakak-kakaknya, dan kekhawatiran itulah yang beliau kemukakan  berupa peringatan kepada mereka:
قَالَ اِنِّیۡ لَیَحۡزُنُنِیۡۤ  اَنۡ تَذۡہَبُوۡا بِہٖ وَ اَخَافُ اَنۡ یَّاۡکُلَہُ الذِّئۡبُ وَ اَنۡتُمۡ عَنۡہُ غٰفِلُوۡنَ ﴿۱۴
Ia,  Yaqub, berkata: “Sesungguhnya menyedihkanku kalau kamu membawanya, dan aku khawatir serigala akan memakannya sedangkan kamu lengah terhadapnya.” (Yusuf [12]:14).

Penglihatan  Ruhani Nabi Ibrahim a.s. Mengenai Bani Israil

      Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, bahwa alasan  mengapa Nabi Ya’qub a.s. tidak menolak secara tegas permintaan  kakak-kakak Nabi Yusuf a.s.,  mungkin karena beliau ingat akan takdir Ilahi yang akan harus dijalani oleh beliau  dan anak-cucu beliau, yakni mereka akibat suatu  peristiwa akan   hijrah dari Kanaan ke Mesir, sebagaimana sebelumnya Nabi Ibrahim a.s. bersama istrinya, Sarah, telah hijrah sementara waktu ke Mesir karena di Kanaan terjadi  bencana kelaparan hebat   (Kejadian 12:10-20).  Berikut  kesaksian Bible mengenai hal itu:
Menjelang matahari terbenam tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan. Firman Tuhan kepada Abram: “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya. Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak. Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu. Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori belum genap.” (Kejadian 15:12-16).
      Kembali kepada firman Allah Swt. di awal Bab ini mengenai rencana buruk yang dirancang oleh kakak-kakak Nabi Yusuf a.s., firman-Nya:
اقۡتُلُوۡا یُوۡسُفَ اَوِ اطۡرَحُوۡہُ  اَرۡضًا یَّخۡلُ لَکُمۡ وَجۡہُ  اَبِیۡکُمۡ وَ تَکُوۡنُوۡا مِنۡۢ  بَعۡدِہٖ  قَوۡمًا  صٰلِحِیۡنَ ﴿۹   قَالَ قَآئِلٌ مِّنۡہُمۡ لَا تَقۡتُلُوۡا یُوۡسُفَ وَ اَلۡقُوۡہُ فِیۡ غَیٰبَتِ الۡجُبِّ یَلۡتَقِطۡہُ بَعۡضُ السَّیَّارَۃِ   اِنۡ  کُنۡتُمۡ  فٰعِلِیۡنَ ﴿۱۰   قَالُوۡا یٰۤاَبَانَا مَا لَکَ لَا تَاۡمَنَّا عَلٰی یُوۡسُفَ  وَ  اِنَّا  لَہٗ   لَنٰصِحُوۡنَ ﴿۱۱   اَرۡسِلۡہُ  مَعَنَا غَدًا یَّرۡتَعۡ وَ یَلۡعَبۡ وَ  اِنَّا لَہٗ   لَحٰفِظُوۡنَ ﴿۱۲
Seorang pembicara  dari antara mereka berkata: “Janganlah  kamu membunuh Yusuf, tetapi lemparkanlah dia ke dasar sumur yang dalam  maka seorang musafir akan memungutnya, seandainya kamu mau berbuat sesuatu.”    Mereka berkata: “Wahai ayah kami, mengapa engkau tidak percaya kepada kami mengenai Yusuf, padahal  sesungguhnya kami benar-benar berkemauan baik terhadapnya?    Kirimlah dia esok hari beserta kami, supaya dia bersenang-senang dan bermain-main, dan sesungguhnya kami benar-benar  akan menjaganya.”   (Yusuf [12]:11-13).
    Dari firman Allah Swt. tersebut nampak bahwa “duel makar” antara makar buruk yang dirancang oleh saudara-saudara tua Nabi Yusuf a.s. dengan makar tandingan Allah Swt. sudah  dimulai, yakni rencana semula untuk membunuh Nabi Yusuf a.s. telah berubah dengan upaya menjauhkan Nabi Yusuf a.s. dari ayah mereka, Nabi Ya’qub a.s., dengan harapan perhatian Nabi Ya’qub a.s. terhadap mereka semakin bertambah, sebagaimana yang dikemukakan dalam firman Allah Swt. sebelumnya:

لَقَدۡ کَانَ فِیۡ یُوۡسُفَ وَ اِخۡوَتِہٖۤ  اٰیٰتٌ لِّلسَّآئِلِیۡنَ ﴿۸   اِذۡ قَالُوۡا لَیُوۡسُفُ وَ اَخُوۡہُ  اَحَبُّ اِلٰۤی اَبِیۡنَا مِنَّا وَ نَحۡنُ عُصۡبَۃٌ ؕ اِنَّ اَبَانَا لَفِیۡ ضَلٰلٍ مُّبِیۡنِۣ ۚ﴿ۖ۹  اقۡتُلُوۡا یُوۡسُفَ اَوِ اطۡرَحُوۡہُ  اَرۡضًا یَّخۡلُ لَکُمۡ وَجۡہُ  اَبِیۡکُمۡ وَ تَکُوۡنُوۡا مِنۡۢ  بَعۡدِہٖ  قَوۡمًا  صٰلِحِیۡنَ ﴿۱۰
Sungguh pada peristiwa Yusuf dan saudara-saudaranya benar-benar ada Tanda-tanda bagi orang-orang yang mencari kebenaran.   Ketika mereka berkata: “Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita, padahal kita satu golongan yang kuat,  sesungguhnya ayah kita ada dalam kekeliruan yang nyata. “Karena itu bunuhlah Yusuf  atau buanglah dia ke negeri lain, supaya perhatian ayahmu kepada kamu saja, dan sesudah itu kamu taubat dan menjadi orang-orang yang shalih.”  (Yusuf [12], 8-10).

(Bersambung)
Rujukan:
The Holy Quran, editor Malik Ghulam Farid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar