بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ
HUBUNGAN NABI YUSUF A.S.
DENGAN
NABI BESAR MUHAMMAD SAW.
Bagian XXXIII
Tentang
Nabi Ya'qub a.s. Menangkap Isyarat Halus
dari Nabi Yusuf a.s. dari Mesir
Oleh
Ki Langlang
Buana Kusuma
وَ
لَمَّا جَہَّزَہُمۡ بِجَہَازِہِمۡ قَالَ ائۡتُوۡنِیۡ بِاَخٍ لَّکُمۡ
مِّنۡ اَبِیۡکُمۡ ۚ اَلَا تَرَوۡنَ اَنِّیۡۤ اُوۡفِی الۡکَیۡلَ وَ اَنَا
خَیۡرُ الۡمُنۡزِلِیۡنَ ﴿۶۰﴾ فَاِنۡ لَّمۡ تَاۡتُوۡنِیۡ بِہٖ فَلَا کَیۡلَ
لَکُمۡ عِنۡدِیۡ وَ لَا
تَقۡرَبُوۡنِ ﴿۶۱﴾
Dan ketika ia telah melengkapi mereka dengan persediaannya, ia
berkata: “Bawalah kepadaku saudara seayahmu, tidakkah kamu
melihat sesungguhnya aku memberimu
sukatan gandum yang penuh dan aku sebaik-baik penerima tamu? “Tetapi jika kamu tidak membawanya kepadaku,
maka tidak ada lagi dariku sukatan gandum bagimu, dan janganlah kamu
mendekatiku.” (Yusuf [12]:60-61).
Dalam bagian akhir Bab sebelumnya telah dikemukakan
mengenai beberapa alasan saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. tidak mengenali beliau ketika
menghadap kepadanya, yakni (1) karena penampilan secara fisik Nabi Yusuf a.s. yang
jauh berbeda dengan apa yang ada dalam benak mereka tentang adik mereka itu
ketika berada di Kanaan, dan (2) karena rasa dengki mereka terhadap Nabi Yusuf a.s. masih
terdapat dalam hati mereka, firman-Nya:
وَ جَآءَ اِخۡوَۃُ یُوۡسُفَ فَدَخَلُوۡا عَلَیۡہِ فَعَرَفَہُمۡ وَ ہُمۡ
لَہٗ مُنۡکِرُوۡنَ ﴿۵۹﴾
Dan saudara-saudara Yusuf datang
lalu menghadap kepadanya, ia
mengenal mereka, tetapi
mereka itu tidak mengenalnya. (Yusuf [12]:59).
Selanjutnya Allah Swt. berfirman:
وَ
لَمَّا جَہَّزَہُمۡ بِجَہَازِہِمۡ قَالَ ائۡتُوۡنِیۡ بِاَخٍ لَّکُمۡ
مِّنۡ اَبِیۡکُمۡ ۚ اَلَا تَرَوۡنَ اَنِّیۡۤ اُوۡفِی الۡکَیۡلَ وَ اَنَا
خَیۡرُ الۡمُنۡزِلِیۡنَ ﴿۶۰﴾ فَاِنۡ لَّمۡ تَاۡتُوۡنِیۡ بِہٖ فَلَا کَیۡلَ
لَکُمۡ عِنۡدِیۡ وَ لَا
تَقۡرَبُوۡنِ ﴿۶۱﴾
Dan tatkala ia (Yusuf) telah melengkapi mereka dengan bahan makanan mereka, ia berkata: “Bawalah
kepadaku saudara seayahmu, tidakkah kamu melihat sesungguhnya aku memberimu sukatan gandum
yang penuh dan aku sebaik-baik penerima tamu? “Tetapi jika kamu tidak membawanya kepadaku,
maka tidak ada lagi dariku sukatan gandum bagimu, dan janganlah
kamu mendekatiku.” (Yusuf [12]:60-61).
Upaya Nabi Yusuf a.s. Mendatangkan Adiknya ke Mesir
Nabi
Ya’qub a.s. mempunyai 12 orang anak, Nabi Yusuf a.s. dan Benyamin dari istri
yang bernama Rakhel, sedang 10 anak lainnya dari istri-istri yang lain. Nampaknya
sebelum Nabi Yusuf a.s. memberikan bahan makanan yang mereka beli terlebih dulu
telah terjadi perbincangan singkat antara Nabi Yusuf a.s. mereka mereka itu,
sehingga ketika Nabi Yusuf a.s. telah
memenuhi seluruh kebutuhan mereka lalu beliau meminta mereka untuk membawa
serta adik mereka yang paling kecil (bungsu) maka mereka tidak mencurigai. Menanggapi permintaan Nabi Yusuf
a.s. tersebut mereka berkata, firman-Nya:
قَالُوۡا سَنُرَاوِدُ عَنۡہُ اَبَاہُ وَ اِنَّا لَفٰعِلُوۡنَ ﴿۷۲﴾
Mereka menjawab: “Kami pasti akan membujuk ayahnya agar mau
berpisah dengan dia dan sesungguhnya kami
niscaya akan mengerjakan hal
itu.” (Yusuf [12]:62).
Nabi Yusuf a.s. sangat
mengenal sifat-sifat tidak terpuji
saudara-saudara seyah tersebut, dan dari ucapan mereka mengenai Benyamin: “Kami pasti akan
membujuk ayahnya agar mau berpisah dengan dia”, Nabi Yusuf a.s. semakin
yakin bahwa saudara-saudara tuanya tersebut tetap membenci beliau dan
adik beliau, Benyamin, dari perkataan
mereka itu Nabi Yusuf a.s. mengetahui bahwa mereka tidak bersedia mengakui Nabi Yusuf a.s. dan Benymin sebagai “saudara-saudara mereka seayah”.
Terlebih lagi perkataan mereka yang tidak mengucapkan insya
Allah (jika Allah menghendaki) -- melainkan menggunakan kata “sanuraawidu
– kami pasti akan membujuk” dan kalimat innaa lafa’iluun – sesungguhnya
kami niscaya akan mengerjakannya” mengandung indikasi bahwa mereka itu adalah
orang-orang yang takabbur dan hanya untuk menyenangkan hati nabi Yusuf a.s. saja.
Untuk tujuan agar mereka melaksanakan
pemintaannya maka Nabi Yusuf a.s. pun melakukan upaya yang akan membuat mereka
mau tidak mau akan melaksanakan
pemintaan beliau, firman-Nya:
وَ قَالَ لِفِتۡیٰنِہِ
اجۡعَلُوۡا بِضَاعَتَہُمۡ فِیۡ رِحَالِہِمۡ لَعَلَّہُمۡ یَعۡرِفُوۡنَہَاۤ اِذَا
انۡقَلَبُوۡۤا اِلٰۤی اَہۡلِہِمۡ لَعَلَّہُمۡ یَرۡجِعُوۡنَ ﴿۶۳﴾
Dan ia berkata kepada para pelayannya: “Masukkanlah kembali
barang pembayaran mereka ke dalam kantung pelananya, supaya mereka mengenalnya
kembali, apabila mereka telah pulang lagi kepada keluarganya, supaya
mereka akan kembali lagi.” (Yusuf [12]:63).
Upaya Nabi Yusuf a.s. berhasil baik, dan
bahkan agar permintaan mereka dikabulkan
oleh Nabi Ya’qub a.s. maka mereka telah bukan saja mengemukakan perkataan yang bernada
“mengancam” -- “kita tidak akan
mendapat lagi sukatan” serta menyebut
Benyamin dengan “saudara kami”, serta seperti menjadi kebiasaan mereka yakni
mengemukakan kata-kata yang meyakinkan “niscaya akan menjaganya”, firman-Nya:
فَلَمَّا رَجَعُوۡۤا اِلٰۤی اَبِیۡہِمۡ قَالُوۡا یٰۤاَبَانَا مُنِعَ
مِنَّا الۡکَیۡلُ فَاَرۡسِلۡ مَعَنَاۤ
اَخَانَا نَکۡتَلۡ وَ اِنَّا لَہٗ
لَحٰفِظُوۡنَ ﴿۶۴﴾
Maka tatkala mereka kembali kepada ayahnya mereka berkata: “Wahai
ayah kami, untuk kemudian hari kita tidak akan mendapat lagi sukatan
gandum karena itu kirimkanlah beserta kami saudara kami,
supaya kita mendapat sukatan, dan sesungguhnya kami niscaya akan
menjaganya.” (Yusuf
[12]:64).
Isyarat Halus Nabi Yusuf a.s. kepada Nabi Ya’qub a.s.
Menanggapi permintaan mereka Nabi Ya’qub
a.s. berkata sambil mengingatkan perbuatan mereka terhadap adik mereka, Nabi
Yusuf a.s., yang juga mereka telah berkata “dan sesungguhnya kami pasti akan
menjaganya “ (QS.12:13) namun pada kenyataannya tidak demikian, firman-Nya:
قَالَ
ہَلۡ اٰمَنُکُمۡ عَلَیۡہِ اِلَّا کَمَاۤ اَمِنۡتُکُمۡ عَلٰۤی اَخِیۡہِ مِنۡ قَبۡلُ
ؕ فَاللّٰہُ خَیۡرٌ حٰفِظًا ۪ وَّ ہُوَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِیۡنَ ﴿۶۵﴾
Ia, Yaqub, berkata:
“Bagaimanakah aku akan mempercayakan dia kepada kamu, kecuali dengan
akibat serupa ketika aku mempercayakan saudaranya kepadamu
dahulu? Tetapi Allah
sebaik-baik penjaga dan Dia-lah Yang Paling Penyayang dari semua
penyayang.” (Yusuf [12]:65).
Nampaknya prediksi Nabi Yusuf a.s. tepat
sekali, karena pasti ayah mereka, Nabi Ya’qub a.s., tidak akan
mempercayai lagi perkataan kakak-kakak beliau, itulah sebabnya Nabi
Yusuf a.s. telah memasukkan kembali uang pembayaran mereka ke dalam kantung
bahan makanan yang mereka dapatkan dari
Nabi Yusuf a.s., sehingga dengan demikian
-- selain untuk memberikan alasan tambahan bagi saudara-saudaranya agar ayah mereka mengizinkan mereka membawa Benyamin ke Mesir – juga sebagai
isyarat halus kepada Nabi Ya’qub
a.s. mengenai keberadaan Nabi Yusuf a.s. di Mesir, sehingga Nabi Ya’qub a.s. tidak
merasa khawatir lagi untuk melepaskan Benyamin untuk pergi bersama mereka
ke Mesir, firman-Nya:
وَ لَمَّا فَتَحُوۡا مَتَاعَہُمۡ وَجَدُوۡا بِضَاعَتَہُمۡ رُدَّتۡ اِلَیۡہِمۡ ؕ قَالُوۡا یٰۤاَبَانَا مَا نَبۡغِیۡ ؕ ہٰذِہٖ بِضَاعَتُنَا رُدَّتۡ اِلَیۡنَا ۚ وَ نَمِیۡرُ اَہۡلَنَا وَ نَحۡفَظُ
اَخَانَا
وَ نَزۡدَادُ کَیۡلَ بَعِیۡرٍ ؕ ذٰلِکَ کَیۡلٌ یَّسِیۡرٌ ﴿۶۵﴾
Dan tatkala mereka membuka barang-barangnya didapatinya pembayaran
mereka telah dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata: “Wahai ayah kami, apa
lagi yang kita inginkan? Lihatlah ini, pembayaran kita
telah dikembalikan kepada kita. Dan akan kami bawa bahan makanan untuk
keluarga kita, dan kami akan
menjaga saudara kami dan kita akan mendapatkan tambahan sukatan sepemuat
seekor unta. Itulah sukatan yang
diperoleh dengan mudah.” (Yusuf [12]:66).
Namun walaupun Nabi Ya’qub
a.s. dapat menangkap isyarat halus dari Nabi Yusuf a.s. di Mesir melalui pengembalian
uang pembelian bahan makanan tersebut, namun untuk mengingatkan mereka – dan juga
agar tidak menimbulkan kecurigaan mereka terhadap perubahan sikapnya – Nabi Ya’qub
a.s. tetap meminta mereka untuk berjanji atas nama Allah, firman-Nya:
قَالَ
لَنۡ اُرۡسِلَہٗ مَعَکُمۡ حَتّٰی تُؤۡتُوۡنِ مَوۡثِقًا مِّنَ
اللّٰہِ لَتَاۡتُنَّنِیۡ بِہٖۤ اِلَّاۤ اَنۡ یُّحَاطَ بِکُمۡ ۚ فَلَمَّاۤ اٰتَوۡہُ مَوۡثِقَہُمۡ قَالَ اللّٰہُ عَلٰی مَا نَقُوۡلُ وَکِیۡلٌ ﴿۶۷۶۶﴾
Ia (Ya’qub) berkata: “Aku tidak
akan pernah mengirimkannya bersamamu
sebelum kamu berjanji yang teguh kepadaku atas nama Allah bahwa kamu
pasti akan membawanya kembali kepadaku, kecuali jika kamu terkepung.”
Maka setelah mereka memberikan kepadanya janji mereka yang teguh, ia berkata: “Allah menjadi saksi atas apa yang
kita katakan.” (Yusuf [12]:67).
Petunjuk Nabi Yaqub a.s.
Untuk memberi kesempatan agar Nabi Yusuf a.s. dapat bertemu dengan adiknya,
Benyamin, selanjutnya Nabi Ya’qub a.s. memberikan pertunjuk kepada mereka,
firman-Nya:
وَ
قَالَ یٰبَنِیَّ لَا تَدۡخُلُوۡا مِنۡۢ بَابٍ وَّاحِدٍ وَّ ادۡخُلُوۡا مِنۡ اَبۡوَابٍ مُّتَفَرِّقَۃٍ ؕ وَ مَاۤ اُغۡنِیۡ عَنۡکُمۡ مِّنَ اللّٰہِ مِنۡ شَیۡءٍ ؕ اِنِ الۡحُکۡمُ اِلَّا لِلّٰہِ ؕ عَلَیۡہِ تَوَکَّلۡتُ ۚ وَ عَلَیۡہِ فَلۡیَتَوَکَّلِ الۡمُتَوَکِّلُوۡنَ ﴿۶۸﴾
Dan ia (Ya’qub) berkata: “Hai anak-anakku, janganlah kamu masuk
dari satu pintu, tetapi masuklah dari pintu-pintu yang berlainan,
dan aku tidak berguna sedikit pun bagimu terhadap rencana Allah. Keputusan itu hanya pada
Allah, kepada-Nyalah aku bertawakal
dan kepada-Nya-lah hendaknya bertawakkal orang-orang yang tawakkal.” (Yusuf
[12]:68).
Dari firman Allah Swt.
nampak jelas bahwa Nabi Ya’qub a.s. benar-benar telah dapat menangkap isyarat
halus yang dikirimkan beliau dari Mesir mengenai keberadaan dirinya, sebab jika
tidak maka atas dasar apa uang
pembelian bahan makanan (gandum) di
Mesir tersebut dikembalikan lagi kepada mereka, dan atas dasar alasan apa pula pejabat di Mesir tersebut meminta mereka untuk
membawa serta Benyamin, adik Nabi Yusuf a.s..
Bersambung)
Rujukan:
The Holy Quran, editor Malik Ghulam Farid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar