بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ
HUBUNGAN NABI YUSUF A.S.
DENGAN
NABI BESAR MUHAMMAD SAW.
Bagian XLXXI
Tentang
Beriman kepada "Penyeru dari Allah"
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
رَبَّنَاۤ اِنَّنَا سَمِعۡنَا
مُنَادِیًا یُّنَادِیۡ لِلۡاِیۡمَانِ اَنۡ اٰمِنُوۡا بِرَبِّکُمۡ فَاٰمَنَّا ٭ۖ رَبَّنَا فَاغۡفِرۡ لَنَا
ذُنُوۡبَنَا وَ کَفِّرۡ عَنَّا سَیِّاٰتِنَا وَ تَوَفَّنَا مَعَ الۡاَبۡرَارِ ﴿۱۹۳﴾ۚ رَبَّنَا وَ اٰتِنَا
مَا وَعَدۡتَّنَا عَلٰی رُسُلِکَ وَ لَا تُخۡزِنَا یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ ؕ اِنَّکَ
لَا تُخۡلِفُ الۡمِیۡعَادَ ﴿۱۹۴﴾
“Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar seorang
Penyeru menyeru kami kepada keimanan
seraya berkata: "Berimanlah
kamu kepada Tuhan-mu" maka kami telah beriman. Karena itu wahai Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami, dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan
kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang berbuat kebajikan. Wahai Tuhan kami, dan berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau
janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau, dan janganlah
Engkau menghinakan kami pada Hari Kiamat, sesungguhnya Engkau tidak pernah
me-nyalahi janji.” (Ali ‘Imran
[3]:194-195).
Dalam Bab
sebelumnya telah dijelaskan perbedaan antara orang-orang yang buta mata
ruhaninya dengan orang-orang yang mata ruhaninya melihat – yakni
“orang-orang yang berakal” (QS.3:191-193). Kalau orang-orang yang buta mata
ruhaninya sekali pun berbagai macam Tanda-tanda dari Allah Swt.
dikemukakan berhadapan muka dengan mereka (QS.6:112-114) tetapi tetap saja mereka
mendustakan dan menentang pendakwaan
Rasul Allah yang diutus kepada mereka (QS.7:35-37).
Bahkan
-- karena kebodohan serta kesombongannya -- mereka menuntut agar mereka
dapat berbicara langsung dengan mereka
berhadapan muka menyatakan bahwa Rasul
Allah yang diutus kepada mereka itu benar dari Allah Swt, firman-Nya:
وَ اِذۡ قُلۡتُمۡ یٰمُوۡسٰی لَنۡ نُّؤۡمِنَ لَکَ حَتّٰی نَرَی اللّٰہَ
جَہۡرَۃً فَاَخَذَتۡکُمُ الصّٰعِقَۃُ وَ اَنۡتُمۡ تَنۡظُرُوۡنَ
﴿۵۶﴾
Dan, ingatlah ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak
akan pernah mempercayai engkau hingga
kami terlebih dulu melihat Allah secara nyata”, lalu kamu
disambar petir sedangkan kamu menyaksikan. (Al-Baqarah [2]:56). Lihat pula
QS.4:154.
Kebutaan mata ruhani seperti
itu berulang-ulang terjadi di setiap
zaman dan mereka mengajukan tuntutan yang sama kepada rasul Allah yang mereka
dustakan pendakwaannya, firman-Nya:
وَ
قَالَ الَّذِیۡنَ لَا یَعۡلَمُوۡنَ لَوۡ لَا یُکَلِّمُنَا اللّٰہُ اَوۡ تَاۡتِیۡنَاۤ اٰیَۃٌ
ؕ کَذٰلِکَ قَالَ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ مِّثۡلَ قَوۡلِہِمۡ ؕ تَشَابَہَتۡ قُلُوۡبُہُمۡ ؕ قَدۡ
بَیَّنَّا الۡاٰیٰتِ لِقَوۡمٍ
یُّوۡقِنُوۡنَ ﴿۱۱۹﴾
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: “Mengapa Allah tidak berkata-kata langsung
dengan kami, atau mendatangkan
satu Tanda kepada kami?” Demikian pula
orang-orang sebelum mereka berkata seperti ucapan mereka itu, hati
mereka serupa. Sungguh Kami telah menjelaskan Tanda-tanda kepada
suatu kaum yang yakin. (Al-Baqarah [2]:119).
Menuntut agar Azab yang
Dijanjikan Segera Datang
Perlu
diperhatikan bahwa bila orang-orang yang tidak beriman disebutkan
menuntut Tanda, kata “Tanda” itu berarti Tanda menurut keinginan
mereka atau Tanda azab (QS.21:6; QS.6:38; QS.13:28; QS.20:134, 135;
QS.29:51). Kalau Allah Swt. mengabulkan tuntutan mereka maka semua urusan mereka akan selesai,
sehingga mereka sama sekali tidak
mendapat kesempatan untuk bertaubat
dan memperbaiki diri dari kesalahan (kesesatan) mereka, firman-Nya:
قُلۡ
اَرَءَیۡتُمۡ اِنۡ اَتٰىکُمۡ عَذَابُہٗ بَیَاتًا اَوۡ نَہَارًا مَّاذَا یَسۡتَعۡجِلُ مِنۡہُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ ﴿۵۰﴾ اَثُمَّ اِذَا مَا وَقَعَ اٰمَنۡتُمۡ بِہٖ ؕ آٰلۡـٰٔنَ وَ قَدۡ کُنۡتُمۡ بِہٖ تَسۡتَعۡجِلُوۡنَ ﴿۵۱﴾ ثُمَّ قِیۡلَ لِلَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡا ذُوۡقُوۡا عَذَابَ الۡخُلۡدِ ۚ ہَلۡ تُجۡزَوۡنَ اِلَّا بِمَا کُنۡتُمۡ تَکۡسِبُوۡنَ ﴿۵۲﴾ وَ یَسۡتَنۡۢبِئُوۡنَکَ اَحَقٌّ ہُوَ ؕؔ قُلۡ اِیۡ وَ رَبِّیۡۤ اِنَّہٗ لَحَقٌّ ۚؕؔ وَ مَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُعۡجِزِیۡنَ ﴿٪۵۳﴾
Katakanlah: “Bagaimanakah pendapat kamu jika azab-Nya datang kepadamu di waktu
malam atau siang hari, bagaimanakah orang-orang yang berdosa itu dapat
melarikan diri darinya? Apakah
kemudian apabila azab
itu terjadi pada waktunya barulah kamu mempercayainya? ”Apakah baru sekarang kamu percaya padahal
sebelum ini kamu senantiasa meminta mempercepat kedatangannya.” Kemudian akan dikatakan kepada orang-orang
yang berbuat zalim itu: “Rasakanlah olehmu azab yang kekal itu, tidaklah
kamu dibalas melainkan sesuai dengan sapa yang telah kamu kerjakan.”
Dan mereka menanyakan kepada engkau: “Apakah itu benar?” Katakanlah: “Ya, demi
Tuhan-ku, sesungguhnya itu benar, dan kamu sama sekali tidak dapat
menggagalkannya.” (Yunus [10]:51-54).
Ayat
ini dapat merupakan celaan terhadap orang-orang kafir, bahwa mereka sebaiknya
tidak melibatkan diri dalam perbincangan-perbincangan yang tidak berguna
mengenai kapan waktunya dan bagaimana bentuknya azab yang dijanjikan
itu, tetapi berusaha menyelamatkan diri dari azab itu dengan mengadakan perubahan
yang sehat dalam kehidupan mereka.
Pendek
kata, sikap degil dan takabbur mereka itu sama dengan sikap degil
dan takabur Fir’aun sekali pun ia
telah menyaksikan berbagai Tanda (mukjizat) yang telah diperlihatkan
oleh Nabi Musa a.s. berhadap-hadapan, dan setelah Tanda berupa azab yang
dijanjikan itu benar-benar terjadi barulah Fir’aun menyatakan beriman kepada Tuhan yang disembah
Bani Israil -- ia tidak mengatakan beriman kepada Tuhan yang disembah
Nabi Musa a.s. dan Nabi Harun a.s. -- firman-Nya:
وَ جٰوَزۡنَا بِبَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ الۡبَحۡرَ فَاَتۡبَعَہُمۡ
فِرۡعَوۡنُ وَ جُنُوۡدُہٗ بَغۡیًا وَّ
عَدۡوًا ؕ حَتّٰۤی اِذَاۤ اَدۡرَکَہُ الۡغَرَقُ
ۙ قَالَ اٰمَنۡتُ اَنَّہٗ لَاۤ
اِلٰہَ اِلَّا الَّذِیۡۤ اٰمَنَتۡ بِہٖ
بَنُوۡۤا اِسۡرَآءِیۡلَ وَ اَنَا مِنَ الۡمُسۡلِمِیۡنَ ﴿۹۱﴾ آٰلۡـٰٔنَ وَ قَدۡ
عَصَیۡتَ قَبۡلُ وَ کُنۡتَ مِنَ الۡمُفۡسِدِیۡنَ ﴿۹۲﴾ فَالۡیَوۡمَ
نُنَجِّیۡکَ بِبَدَنِکَ لِتَکُوۡنَ لِمَنۡ
خَلۡفَکَ اٰیَۃً ؕ وَ اِنَّ کَثِیۡرًا مِّنَ النَّاسِ عَنۡ اٰیٰتِنَا
لَغٰفِلُوۡنَ ﴿٪۹۳﴾
Dan Kami
telah membuat Bani Israil menyeberangi laut, lalu Fir’aun dan lasykar-lasykarnya
mengejar mereka secara durhaka dan aniaya, sehingga apabila ia menjelang
tenggelam ia berkata: “Aku percaya, sesungguhnya Dia tidak ada Tuhan
kecuali yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk
orang-orang yang berserah diri kepada-Nya.” Apa, sekarang baru beriman!? Padahal
engkau telah membangkang sebelum ini,
dan engkau termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka
pada hari ini Kami akan menyelamatkan engkau hanya badan engkau, supaya engkau menjadi
suatu Tanda bagi orang-orang
sesudah engkau, dan sesungguhnya kebanyakan manusia benar-benar lengah terhadap Tanda-tanda Kami.”
(Yunus [10]:91-93).
Beriman kepada Rasul Allah
Jadi, berbeda dengan orang-orang
yang buta mata ruhaninya tersebut, ketika “orang-orang yang berakal”
menyaksikan berbagai Tanda-tanda alam dan tanda-tanda Zaman serta berkobarnya api kemurkaan Allah Swt. di
berbagai wilayah dunia, maka ia
langsung menyimpulkan bahwa pasti Rasul
Allah yang kedatangannya dijanjikan Allah Swt. kepada mereka telah
datang (QS.7:35-37) -- karena ia mengetahui bahwa Allah Swt. tidak pernah
menimpakan azab sebelum terlebih dulu
mengutus seorang Rasul-Nya sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi
peringatan (QS.11:118; QS.17:16; QS.20:135;
QS.26:209; QS.28:60) -- lalu ia menyatakan beriman kepada Rasul Allah
tersebut dan menggabungkan diri ke dalam golongannya serta memohon ampun
kepada Allah Swt. atas dosa-dosanya
selama itu, firman-Nya:
رَبَّنَاۤ اِنَّنَا سَمِعۡنَا
مُنَادِیًا یُّنَادِیۡ لِلۡاِیۡمَانِ اَنۡ اٰمِنُوۡا بِرَبِّکُمۡ فَاٰمَنَّا ٭ۖ رَبَّنَا فَاغۡفِرۡ لَنَا
ذُنُوۡبَنَا وَ کَفِّرۡ عَنَّا سَیِّاٰتِنَا وَ تَوَفَّنَا مَعَ الۡاَبۡرَارِ ﴿۱۹۳﴾ۚ رَبَّنَا وَ اٰتِنَا
مَا وَعَدۡتَّنَا عَلٰی رُسُلِکَ وَ لَا تُخۡزِنَا یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ ؕ اِنَّکَ
لَا تُخۡلِفُ الۡمِیۡعَادَ ﴿۱۹۴﴾
“Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar seorang
Penyeru menyeru kami kepada
keimanan seraya berkata:
"Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu" maka kami telah
beriman. Karena itu wahai Tuhan
kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa
kami, dan hapuskanlah
dari kami kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang berbuat kebajikan. Wahai
Tuhan kami, dan berikanlah kepada kami apa yang telah
Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau,
dan janganlah Engkau menghinakan kami pada Hari Kiamat, sesungguhnya
Engkau tidak pernah me-nyalahi janji.” (Ali ‘Imran [3]:194-195).
Dzunub,
yang umumnya menunjuk kepada kelemahan-kelemahan serta
kesalahan-kesalahan dan kealpaan-kealpaan yang biasa melekat pada diri manusia,
dapat melukiskan relung-relung gelap dalam hati, ke tempat itu Nur Ilahi tidak
dapat sampai dengan sebaik-baiknya, sedangkan sayyi’at yang secara
relatif merupakan kata yang bobotnya
lebih keras, dapat berarti gumpalan-gumpalan awan debu yang menyembunyikan
cahaya matahari ruhani dari pemandangan kita.
Pengabulan Doa “Orang-orang yang Berakal”
Terhadap pernyataan
keimanan mereka serta berbagai permohonan yang mereka kemukakan tersebut Allah Swt. memberikan tanggapan
baik berupa pengabulan, firman-Nya:
فَاسۡتَجَابَ
لَہُمۡ رَبُّہُمۡ اَنِّیۡ لَاۤ اُضِیۡعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنۡکُمۡ مِّنۡ ذَکَرٍ
اَوۡ اُنۡثٰی ۚ بَعۡضُکُمۡ مِّنۡۢ بَعۡضٍ ۚ
فَالَّذِیۡنَ ہَاجَرُوۡا وَ اُخۡرِجُوۡا مِنۡ دِیَارِہِمۡ وَ اُوۡذُوۡا فِیۡ سَبِیۡلِیۡ
وَ قٰتَلُوۡا وَ قُتِلُوۡا لَاُکَفِّرَنَّ عَنۡہُمۡ سَیِّاٰتِہِمۡ وَ لَاُدۡخِلَنَّہُمۡ
جَنّٰتٍ تَجۡرِیۡ مِنۡ تَحۡتِہَا الۡاَنۡہٰرُ ۚ ثَوَابًا
مِّنۡ عِنۡدِ اللّٰہِ ؕ وَ اللّٰہُ عِنۡدَہٗ حُسۡنُ الثَّوَابِ ﴿۱۹۶﴾
Maka Tuhan mereka telah mengabulkan doa mereka seraya berfirman:
“Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal
dari antara kamu baik laki-laki maupun perempuan. Sebagian kamu adalah dari
sebagian lain, maka orang-orang
yang berhijrah, yang diusir dari rumah-rumahnya, yang disakiti
pada jalan-Ku, yang berperang dan yang
terbunuh, niscaya Aku akan menghapuskan dari mereka
keburukan-keburukannya, dan niscaya Aku akan memasukkan mereka ke dalam
kebun-kebun yang di bawahnya mengalir sungai-sungai sebagai ganjaran
dari sisi Allah, dan Allah di sisi-Nya sebaik-baik ganjaran. (Ali ‘Imran
[3]:196).
(Bersambung)
Rujukan:
The Holy Quran, editor Malik Ghulam Farid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar