Minggu, 19 Februari 2012

Dua Golongan Manusia: "Jin dan Ins"


بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ

 
HUBUNGAN  NABI YUSUF A.S. 
DENGAN
NABI BESAR MUHAMMAD SAW.
  
Bagian   XLXIII
 
Tentang

        Dua Golongan Manusia "Jin dan "Ins"
    
Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma
 
یٰمَعۡشَرَ الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ اَلَمۡ یَاۡتِکُمۡ رُسُلٌ مِّنۡکُمۡ  یَقُصُّوۡنَ عَلَیۡکُمۡ  اٰیٰتِیۡ  وَ یُنۡذِرُوۡنَکُمۡ  لِقَآءَ  یَوۡمِکُمۡ ہٰذَا ؕ قَالُوۡا شَہِدۡنَا عَلٰۤی اَنۡفُسِنَا وَ غَرَّتۡہُمُ الۡحَیٰوۃُ الدُّنۡیَا  وَ شَہِدُوۡا عَلٰۤی اَنۡفُسِہِمۡ  اَنَّہُمۡ  کَانُوۡا کٰفِرِیۡنَ ﴿۱۳۱  ذٰلِکَ اَنۡ لَّمۡ یَکُنۡ رَّبُّکَ مُہۡلِکَ الۡقُرٰی بِظُلۡمٍ   وَّ  اَہۡلُہَا غٰفِلُوۡنَ ﴿۱۳۲  وَ لِکُلٍّ دَرَجٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوۡا ؕ وَ مَا رَبُّکَ بِغَافِلٍ عَمَّا  یَعۡمَلُوۡنَ ﴿۱۳۳
Hai golongan jin dan ins (manusia), tidakkah telah datang kepada kamu rasul-rasul dari antaramu yang menceriterakan kepadamu Tanda-tanda-Ku dan memperingatkan kamu mengenai pertemuan pada hari kamu ini?” Mereka berkata:  “Kami menjadi saksi atas kekafiran diri kami sendiri.” Tetapi kehidupan dunia telah memperdayakan mereka, dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa sesungguhnya mereka adalah orang-orang kafir. Yang demikian itu karena Tuhan engkau tidak pernah membinasakan negeri-negeri secara zalim  padahal penduduknya dalam keadaan lengah.  Dan bagi setiap orang ada derajat-derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan  dan Tuhan engkau tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. (Al-An’aam [6]:131-133).

Dalam bab sebelumnya telah dikemukakan mengenai kebiasaan para penentang Rasul Allah untuk mendustakan dan memperolok-olok Tanda-tanda Ilahi yang mendukung  pendakwaan  para rasul Allah, contohnya adalah 9 buah Tanda Ilahi yang diperlihatkan  oleh Nabi Musa a.s. kepada Fir’aun dan  sekutu-sekutunya, firman-Nya:
وَ لَقَدۡ اٰتَیۡنَا مُوۡسٰی تِسۡعَ اٰیٰتٍۭ بَیِّنٰتٍ فَسۡـَٔلۡ بَنِیۡۤ  اِسۡرَآءِیۡلَ اِذۡ جَآءَہُمۡ فَقَالَ لَہٗ  فِرۡعَوۡنُ  اِنِّیۡ لَاَظُنُّکَ یٰمُوۡسٰی مَسۡحُوۡرًا ﴿۱۰۲ قَالَ لَقَدۡ عَلِمۡتَ مَاۤ  اَنۡزَلَ ہٰۤؤُلَآءِ  اِلَّا رَبُّ السَّمٰوٰتِ  وَ الۡاَرۡضِ  بَصَآئِرَ ۚ وَ  اِنِّیۡ  لَاَظُنُّکَ یٰفِرۡعَوۡنُ مَثۡبُوۡرًا ﴿۱۰۳ فَاَرَادَ  اَنۡ یَّسۡتَفِزَّہُمۡ مِّنَ الۡاَرۡضِ فَاَغۡرَقۡنٰہُ  وَ مَنۡ  مَّعَہٗ  جَمِیۡعًا ﴿۱۰۴﴾ۙ
Dan  sungguh   Kami benar-benar telah memberi Musa sembilan buah Tanda yang terang, maka tanyakanlah kepada Bani Israil. Ketika ia datang kepada mereka  maka    Fir’aun berkata kepadanya: “Sesungguhnya aku menganggap engkau, hai Musa, seorang yang kena sihir.” Ia berkata: “Sungguh engkau benar-benar telah mengetahui bahwa sama sekali  tidak ada yang menurunkan Tanda-tanda ini, melainkan Tuhan seluruh langit dan bumi sebagai bukti-bukti nyata,  dan sesungguhnya aku benar-benar  yakin  engkau, hai Fir’aun, orang yang akan binasa.” Maka  ia (Fir’aun) telah bertekad mengusir mereka dari negeri itu,  tetapi Kami menenggelamkannya  dan orang-orang yang beserta dia semuanya. (Bani Israil [17]:102-104).
      Sembilan Tanda ini yang telah tersebut di tempat lain dalam Al-Quran ialah (1) tongkat (QS.7:108); (2) tangan putih (QS.7:109); (3) musim kering dan kekurangan buah-buahan (QS.7:131); (4) badai; (5) belalang; (6) kutu; (7) katak; dan (8) azab darah (QS.7:134). Tanda kesembilan adalah  menyebrangi laut setelah Nabi Musa a.s. atas perintah Allah Swt. memukulkan atau mengarahkan tongkat beliau ke laut, sehingga mulai terjadi proses pasang surut yang  keadaannya   berbeda dengan  yang selama itu terjadi di wilayah tersebut.

Dua Golongan Manusia: “Jin” dan “Ins” 

      Jadi, bagaimana pun jelasnya berbagai Tanda-tanda Ilahi yang diperlihatkan p;eh para Rasul Allah – termasuk Tanda berupa azab Ilahi – tetap semua itu tetap tidak membuat  “mata ruhani” para penentang Rasul Allah  menjadi melihat lalu mereka beriman kepada para rasul Allah. Demikian juga yang terjadi di Akhir Zaman ini, firman-Nya:
وَ لَوۡ اَنَّنَا نَزَّلۡنَاۤ  اِلَیۡہِمُ الۡمَلٰٓئِکَۃَ وَ کَلَّمَہُمُ الۡمَوۡتٰی وَ حَشَرۡنَا عَلَیۡہِمۡ کُلَّ شَیۡءٍ قُبُلًا مَّا کَانُوۡا لِیُؤۡمِنُوۡۤا اِلَّاۤ  اَنۡ یَّشَآءَ اللّٰہُ وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَہُمۡ یَجۡہَلُوۡنَ ﴿۱۱۲  وَ کَذٰلِکَ جَعَلۡنَا لِکُلِّ نَبِیٍّ عَدُوًّا شَیٰطِیۡنَ الۡاِنۡسِ وَ  الۡجِنِّ  یُوۡحِیۡ بَعۡضُہُمۡ اِلٰی بَعۡضٍ زُخۡرُفَ الۡقَوۡلِ غُرُوۡرًا ؕ وَ لَوۡ شَآءَ رَبُّکَ مَا فَعَلُوۡہُ فَذَرۡہُمۡ وَ مَا یَفۡتَرُوۡنَ ﴿۱۱۳  وَ لِتَصۡغٰۤی اِلَیۡہِ اَفۡـِٕدَۃُ الَّذِیۡنَ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ بِالۡاٰخِرَۃِ وَ لِیَرۡضَوۡہُ وَ لِیَقۡتَرِفُوۡا  مَا  ہُمۡ  مُّقۡتَرِفُوۡنَ ﴿۱۱۴
Dan seandainya pun  Kami benar-benar menurunkan malaikat-malaikat kepada mereka,   orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka, dan Kami mengumpulkan segala sesuatu berhadap-hadapan  di depan mereka, mereka sekali-kali tidak akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka  berlaku jahil.    Dan  dengan cara demikian Kami telah menjadikan musuh bagi setiap nabi yaitu syaitan-syaitan di antara manusia dan jin,  sebagian mereka membisikkan kepada sebagian lainnya kata-kata indah untuk mengelabui, dan jika Tuhan engkau menghendaki mereka tidak akan mengerjakannya, maka biarkanlah mereka dengan apa-apa yang mereka ada-adakan,   dan supaya hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka menyukainya dan supaya mereka mengusahakan apa yang sedang mereka usahakan.  (Al-An’aam [6]:112-114).
  Salah satu tugas malaikat-malaikat  adalah membisikkan kepada manusia pikiran-pikiran baik untuk mengajak mereka kepada kebenaran (QS.41:32, 33). Kadangkala mereka melaksanakan tugas-tugas ini melalui mimpi-mimpi dan kasyaf-kasyaf. Orang-orang bertakwa yang sudah meninggal dunia nampak kepada manusia dalam mimpi untuk membenarkan pendakwaan nabi-nabi.
Ada satu cara lain yaitu orang-orang yang sudah mati bercakap-cakap kepada manusia. Bila suatu umat yang secara ruhani sudah mati mereka dihidupkan kembali untuk memperoleh kehidupan ruhani baru oleh ajaran nabi mereka, kelahiran-baru ruhani mereka itu seakan-akan berbicara kepada orang-orang kafir dan memberikan persaksian terhadap kebenaran pendakwaannya  itu.
Kata-kata “Kami mengumpulkan segala sesuatu berhadap-hadapan  di depan mereka” itu menunjuk kepada kesaksian dari berbagai-bagai benda alam yang memberi kesaksian terhadap kebenaran seorang nabi dalam bentuk gempa, wabah, kelaparan, peperangan, dan azab-azab lainnya. Dengan demikian alam sendiri nampaknya gusar terhadap orang-orang yang ingkar; unsur-unsur alam itu sendiri memerangi mereka.
Kata-kata manusia dan jin yang terdapat pada banyak tempat dalam ayat-ayat Al-Quran bukan berarti ada dua jenis makhluk Allah yang berlainan melainkan dua golongan makhluk manusia, sebutan ins (manusia)  mengisyaratkan kepada orang-orang awam atau rakyat jelata, sedangkan  jin  dikatakan kepada orang-orang besar yang biasa hidup memisahkan diri dari rakyat jelata dan tidak berbaur dengan mereka, boleh dikatakan tinggal tersembunyi dari penglihatan umum.

Berserikat Mendustakan dan Menentang Rasul Allah

Kedua golongan manusia inilah – yakni jin dan ins – yang di akhirat nanti akan bertengkar saling menyalahkan, firman-Nya:
 وَ  یَوۡمَ یَحۡشُرُہُمۡ جَمِیۡعًا ۚ یٰمَعۡشَرَ   الۡجِنِّ قَدِ اسۡتَکۡثَرۡتُمۡ مِّنَ الۡاِنۡسِ ۚ وَ قَالَ اَوۡلِیٰٓؤُہُمۡ مِّنَ الۡاِنۡسِ رَبَّنَا اسۡتَمۡتَعَ بَعۡضُنَا بِبَعۡضٍ وَّ بَلَغۡنَاۤ  اَجَلَنَا الَّذِیۡۤ  اَجَّلۡتَ لَنَا ؕ قَالَ النَّارُ مَثۡوٰىکُمۡ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَاۤ اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰہُ ؕ اِنَّ رَبَّکَ حَکِیۡمٌ  عَلِیۡمٌ ﴿۱۲۸  وَ  کَذٰلِکَ نُوَلِّیۡ بَعۡضَ الظّٰلِمِیۡنَ بَعۡضًۢا بِمَا  کَانُوۡا  یَکۡسِبُوۡنَ ﴿۱۲۹﴾٪
Dan ingatlah hari ketika Dia akan menghimpun mereka semua, Dia berfirman: “Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah menarik banyak dari kalangan ins (manusia),  dan teman-temannya dari kalangan ins (manusia)  berkata: “Hai Tuhan kami, sebagian kami telah mengambil  keuntungan dari sebagian yang lainnya,  dan kami telah sampai kepada ajal (jangka waktu)  kami yang telah Engkau tetapkan bagi kami.” Dia berfirman: Api itulah tempat tinggal kamu semua, kamu kekal di dalamnya, kecuali apa yang Allah kehendaki”. Sesungguhnya Tuhan engkau Maha Bijaksana, Maha Pengampun. Dan demikianlah Kami menjadikan sebagian orang-orang yang zalim sebagai teman sebagian   yang lain disebabkan apa yang senantiasa mereka usahakan. (Al-An’aam [6]:129-30).
Ma’syar berarti segolongan orang yang mempunyai urusan dan kepentingan yang sama (Lexicon Lane). Dalam ayat ini sebutan  jin jelas menunjukkan orang-orang besar dan orang-orang kuat sebagai lawan kata ins, yakni golongan orang-orang lemah dan miskin (rakyat jelata).
Kata-kata Arab “sesungguhnya kamu telah menarik banyak dari kalangan manusia” dapat diartikan: (1) Kamu telah menawan hati banyak dari antara khalayak ramai sehingga mereka berpihak kepadamu dan membuat mereka mengikuti kamu; (2) Kamu telah memeras mereka; (3) Kamu telah menganggap khalayak ramai sangat penting; yakni, kamu tidak menerima kebenaran karena takut jangan-jangan   masyarakat  tidak akan mengikut kamu lagi.
Sebagaimana halnya orang lemah tidak menerima kebenaran Rasul Allah karena takut akan orang-orang besar, seperti itu pula halnya orang-orang besar kadang-kadang takut akan pengikut-pengikut mereka dan tidak menerima kebenaran karena takut kalau-kalau para pengikut mereka akan meninggalkan mereka.
Ayat ini memberikan bukti lagi atas kenyataan bahwa kata jin di sini hanya berarti satu golongan manusia, yaitu  orang-orang besar dan orang-orang berpengaruh, sebab hanya segolongan manusia juga memeras tenaga golongan lain. Sedangkan jin sebagai makhluk lain yang bukan-manusia, tidak pernah memperbudak manusia. Begitu pun sepanjang pengetahuan kita Utusan-utusan Ilahi tak pernah dibangkitkan dari antara mereka, yakni makhluk halus yang juga disebut jin.
Kata-kata “Kami menjadikan sebagian orang-orang yang zalim sebagai teman sebagian   yang lain“ itu dapat diartikan pula: “Dan dengan demikian Kami mendu-dukkan beberapa pendurhaka di atas yang lainnya.”
Lebih lanjut Allah Swt. berfirman mengenai dua golongan manusia, yakni  jin dan ins, yang sepakat mendustakan dan menentang para rasul Allah yang diutus kepada mereka:
یٰمَعۡشَرَ الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ اَلَمۡ یَاۡتِکُمۡ رُسُلٌ مِّنۡکُمۡ  یَقُصُّوۡنَ عَلَیۡکُمۡ  اٰیٰتِیۡ  وَ یُنۡذِرُوۡنَکُمۡ  لِقَآءَ  یَوۡمِکُمۡ ہٰذَا ؕ قَالُوۡا شَہِدۡنَا عَلٰۤی اَنۡفُسِنَا وَ غَرَّتۡہُمُ الۡحَیٰوۃُ الدُّنۡیَا  وَ شَہِدُوۡا عَلٰۤی اَنۡفُسِہِمۡ  اَنَّہُمۡ  کَانُوۡا کٰفِرِیۡنَ ﴿۱۳۱  ذٰلِکَ اَنۡ لَّمۡ یَکُنۡ رَّبُّکَ مُہۡلِکَ الۡقُرٰی بِظُلۡمٍ   وَّ  اَہۡلُہَا غٰفِلُوۡنَ ﴿۱۳۲  وَ لِکُلٍّ دَرَجٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوۡا ؕ وَ مَا رَبُّکَ بِغَافِلٍ عَمَّا  یَعۡمَلُوۡنَ ﴿۱۳۳
Hai golongan jin dan ins (manusia), tidakkah telah datang kepada kamu rasul-rasul dari antaramu yang menceriterakan kepadamu Tanda-tanda-Ku dan memperingatkan kamu mengenai pertemuan pada hari kamu ini?” Mereka berkata:  “Kami menjadi saksi atas kekafiran diri kami sendiri.” Tetapi kehidupan dunia telah memperdayakan mereka, dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa sesungguhnya mereka adalah orang-orang kafir. Yang demikian itu karena Tuhan engkau tidak pernah membinasakan negeri-negeri secara zalim  padahal penduduknya dalam keadaan lengah.  Dan bagi setiap orang ada derajat-derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan  dan Tuhan engkau tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. (Al-An’aam [6]:131-133).

Azab Ilahi Turun Setelah Rasul Allah Didustakan dan Ditentang

   Karena Nabi Besar Muhammad saw.  dibangkitkan untuk seluruh umat manusia maka kata al-qura (negeri-negeri) sehubungan dengan diri beliau saw., tentu berlaku untuk seluruh dunia. Dan Allah Swt.   tidak pernah menurunkan azab yang bersifat umum sebelum Dia terlebih dahulu memperingatkan umat-manusia mengenai azab yang sedang mengancam dengan membangkitkan seorang Pemberi Peringatan (QS.11:118; QS.17:16); QS.20:135; QS.26:209; QS.28:60). Azab yang disebut di sini ialah azab yang bersifat umum seperti: gempa bumi, peperangan yang membinasakan, wabah, dan sebagainya yang melanda seluruh kaum, sebagaimana yang terjadi di Akhir Zaman ini.

(Bersambung)
Rujukan:
The Holy Quran, editor Malik Ghulam Farid



Tidak ada komentar:

Posting Komentar